Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rasa Iri dan Solusinya

Saat Aku Diam-Diam Iri

 Aku pernah merasa iri. Tapi bukan iri yang terang-terangan, lebih seperti rasa sedih yang muncul diam-diam saat melihat orang lain dapat apa yang aku impikan. Kadang aku cuma scroll media sosial, dan tiba-tiba merasa… tertinggal. Seseorang lulus lebih dulu. Yang lain sudah menikah. Temanku punya pencapaian yang aku bahkan belum berani kejar. Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan kecil di dalam kepala: “Apa aku lambat?” “Kenapa aku belum sampai juga?” “Kenapa semua orang terlihat lebih baik dariku?” Aku tahu aku tak membenci mereka. Tapi aku juga tahu, aku belum sepenuhnya berdamai dengan diriku. Dan itu membuat iri terasa menyakitkan—karena seolah-olah aku kurang. Selalu kurang. Sampai akhirnya aku sadar, bahwa iri adalah emosi yang wajar. Ia bukan musuh, tapi cermin. Ia datang bukan untuk membuatku membenci orang lain, tapi untuk menunjukkan: ada bagian dalam diriku yang sedang rindu tumbuh. Dan di titik inilah aku mulai belajar satu hal penting. Rasulullah ﷺ b...