Lelah Tapi Diam-Diam

 Aku sering terlihat baik-baik saja.

Tersenyum saat diajak bercanda.
Tangguh saat menghadapi masalah.
Bisa diandalkan, katanya.
Selalu ada, katanya.

Tapi diam-diam, aku lelah.
Bukan lelah karena terlalu banyak yang harus dilakukan,
tapi karena terlalu sering berpura-pura kuat.

Aku pernah berpikir kalau jadi kuat itu berarti nggak boleh terlihat rapuh.
Nggak boleh menangis. Nggak boleh mengeluh.
Aku belajar menahan semuanya sendiri,
karena takut merepotkan.
Takut dianggap manja.
Takut tidak layak dicintai kalau aku sedang tidak 'kuat'.

Padahal... manusia nggak diciptakan untuk selalu kuat, kan?

Ada hari-hari di mana pundak ini terlalu penuh.
Ada malam-malam yang terasa sesak,
tapi aku tetap bilang ke dunia: “nggak apa-apa, aku bisa kok.”

Dan itu capek.
Banget.

Aku pelan-pelan belajar,
bahwa kekuatan bukan soal menahan semua sendirian.
Kekuatan juga berarti tahu kapan harus berhenti.
Tahu kapan harus istirahat.
Tahu kapan harus bilang, “aku butuh pelukan, aku butuh teman, aku butuh istirahat.”

Menangis bukan kelemahan.
Mengaku lelah bukan kekalahan.
Dan berkata jujur soal perasaan bukan berarti kamu gagal jadi kuat.

Kadang, yang paling kuat itu justru yang berani jujur:
"Aku lelah. Tapi aku masih di sini. Dan itu cukup untuk hari ini."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Hidup Terasa Berat, Ingat Ini...

Saat Aku Diam-Diam Iri